Selasa, 07 Februari 2012

Pesan Moral dari Perjalanan Hellofest8

0 komentar
Yap… hari Sabtu 4 Februari 2012 pukul 12.30 di tengah teriknya sinar matahari,  gua berangkat bareng temen gua yang bernama Eki buat ikut hellofest.,, hellofest itu adalah event yang isinya exhibisi product  popculture, cosplay, lomba film pendek, lomba film animasi,yang  intinya event yang megarah ke industri kreatif dan kegiatan kegiatan yang berbau kreatif. Gua berangkat berdua doang sama eki naek kereta  ekonomi dari stasiun bogor.  Entah kenapa setiap gua naek kereta ekonomi, ada sesuatu sensasi berbeda amat berbeda dari biasanya, sesuatu yang gua rasakan, dan ingin rasanya sesuatu tersebut hilang!. Karena sesuatu yang gua rasakan itu membuat hati gua tercobak cabik. Membuat tubuh bergidik, dan jika saja gua tidak kuat menahannya mungkin gua sudah meneteskan air mata kesedihan. Ya kesedihan terhadap apa yang gua rasakan di kereta ekonomi jurusan Bogor-Tebet.
               
 Gua yakin kalian pun pernah merasakan apa yang gua rasakan bagi kalian yang pernah naek kereta ekonomi, dan gua yakin bila kalian punya hati pasti ada stidaknya perasaan pilu di hati kalian terhadap apa yang kalin lihat.. Well, dan gua bersyukur gua ditakdirkan sebagai orang yanga jarang untuk naek kereta,, amat jarang malah, terakhir seinget gua,gua naek kereta pada bulan puasa kemaren. Yap kenapa gua bersyukur ? karena dengan ditakdirkan  gua jarang naek kereta, gua menjadi amat peka melihat situasi dan kondisi di dalam kereta ekonomi.
             
  Sebenarnya gua ga perlu menceritakan bagaimana situasi dan kondisi di dalam kereta ekonomi bagi kalian yang sudah merasakannya, karean jujur blog ini tidak akan cukup untuk menulis kepiluan tersebut, bahkan jari jemari gua pun belum tentu kuat untuk menulis dan menggambarkannya, apa lagi menggambarkannya secara detail. Jujur sekarang!! gua bingung gua inigin menceritakan, menuliskan dan menggambarkan nya seperti apa !!, karena sekarang justru pikiran dan hati gua membuncah, bertengkar,kesal, pilu, sedih  terhadap apa yang gua ingin ceritakan. Mungkin pemerintah bisa membantu gua untuk menuliskan dan menggambarkannya, atau mungkin pemerintah juga bisa menghilangkan kepiluan yang gua rasakan., berharap…………………………….. semoga saja demikian…….
                

Entah kenapa di kereta ekonomi orang berani melakukan apapun demi sesuap nasi,, yap sesuap nasi !!, tak jarang bahkan seorang anak kecil yang harusnya bermain dengan anak anak seusianya tertawa riang, justru malah  menyapu ubin kereta dengan tangan kosongnya yang kecil itu !!, dengan pakain yang amat kotor yang sudah lama tidak diganti, muka kelelahan, dan tangan keriput akibat sering bergesekan dengan ubin kereta, dari gerbong satu ke gerbong berikutnya, anak kecil tersebut mengumpulkan sekoin demi sekoin untuk sesuap nasi, menahan rasa malu dan iba terhadap dirinya sendiri!. Sungguh pemandangan ini amat memilukan!!. Ya, ketika gua melihat pemandangan itu gua tertunduk malu terhadap diri gua sendiri yang sok dan belagu ini !!., Anak kecil itu sudah bisa mencari sesuap nasi sendiri dengan pekerjaannya, yang bila dipikir secara akal sehat itu sungguh tidak mungkin !!. Lalu bagaimana dengan gua yang sudah lebih dewasa daripada anak kecil itu ?? yap gua masih saja meminta uang jajan dengan nikmatnya kepada orang tua gua tanpa memirkinkan bagaimana sulitnya mencari uang, gua juga masih dengan nikmatnya makan sepring nasi yang dibeli dari hasil jerih payah orang tua gua, dan kadang justru nasi itu ga gua habiskan !!.

                                              Pemandangan yang miris..

Oh men !! jujur jika gua dilahirkan sebagai orang yang tiap harinya memeakai jasa transportasi PT KAI ini mungkin gua bakal stres dan hati ini mungkin akan sering berteriak dan menangis terhadap apa yang harusnya tidak pantas dilihat., dan mungkin jika gua memang ditakdirkan  dilahirkan untuk naek kereta tiap hari, gua bakal jadi orang yang tidak peduli, cuek, dan tidak punya rasa empati, karena situasi dan kondisi tersebut gua rasakan setiap hari dan akhirnya menjadi hal yang biasa, dan gua ga pengen kaya  gitu…


Itu hanyalah bagian kecil dari sekian banyak yang ingin gua ceritakan dan apa yang gua rasakan., berbeda sekali atau berbanding terbalik dengan suasana dan kondisi ketika gua berada di Hellofest, orang sibuk berbelanja barang yang mereka senangi, dan tidak jarang gua melihat justru mereka bingung uangnya itu mau dibelikan barang apa ??... 

                                              Hiruk Pikuk HelloFest8

Apa yang gua rasakan di kereta ekonomi tadilah akhirnya gua memutuskan untuk tidak membeli apa-apa di Hellofest, tidak lah lain dan tidaklah bukan karena hati yang keras ini tersentuh dengan anak kecil yang mencari sesuap nasi demi hidupnya sendiri……..

                                                                                                       
                                                                          
                                                                                                              
                                                                                       Bogor, 5 Februari 2012




Sumber foto : Google dan kompasiana.com

kalo mau komen di chatbox yah.. yang di kotak ketiga deket kotak yang gambar hantu :).. klik aja kotaknya..thx